Shinta terus saja memperhatikan toples yang aku beli kemaren. Dia bertopang dagu, wajahnya nampak sedih. Sesekali dia mengambil toples itu dan diangkat dan dilihatnya dari berbagai sisi.
“Ini apa?” Celetuk Shinta sambil mengangkat toples yang kuberikan.
“Toples” Aku menjawab sekenanya.
“Iya, nenek salto juga tahu kalau ini toples. Maksud aku ini untuk apa? Aku nggak ngerti kenapa kamu kasih ini ke aku?” Nadanya mulai meninggi, Shinta mulai kesal dengan jawabanku. Aku cuma diam. Karena aku sendiri juga tidak mengerti kenapa aku malah membeli toples berisi potongan kertas warna-warni itu. Yang aku pikirkan aku hanya ingin memberinya sesuatu. Sesuatu yang setidaknya bisa mengobati rindunya saat di Jakarta nanti.
“kamu kapan jadinya berangkat?” Aku berusaha mengalihkan pembiacaraan.
“Besok lusa” Shinta menjawab tanpa melihatku. Ia terlihat berusaha membuka toples itu.
“Lusa? kenapa dipercepat?” Aku protes. Hubungan kami baru beberapa bulan. Selanjutnya kami malah akan LDR dan sekarang kepergiannya malah dipercepat.
“Mama yang nyuruh. Aku nggak bisa ngebantah” jawabnya tanpa melihatku. Dia masih berusaha membuka toples itu yang ternyata masih keras karena baru.
“Sini aku bukain”
Aku pun membukan toples itu untuk Shinta. Kuserahkan padanya. Lalu Shinta mengeluarkan beberapa potongan kertas berwarna – warni di dalamnya. Kemudian dia merangkai namaku dan namanya. ‘Rama love (tanda hati) Shinta’. Aku hanya tersenyum memperhatikan apa yang baru saja dilakukannya.
“Kamu kebayang nggak kalau di Jakarta nanti aku bakal ngerangkai ini kayak apa?”
Aku menggeleng.
“Aku akan merangkainya jadi Rama. Disebalahnya ada kata Padang. Terus tanda panah bolak balik. Jakarta. Lalu nama aku, Shinta” terangnya dengan wajah antusias.
“Sulit memang ketika ada jarak memisahkan kita. Tapi aku yakin kita bisa ngelewatin ini semua” Aku menggenggam tangannya.
“Entahlah, aku tidak yakin kita bisa. Tapi kita akan selalu berusaha sekuat tenaga kan?”
Aku mengangguk yakin. Shinta pun tersenyum. Setelah membayar makanan kami pun keluar dari Cafe tempat kami berbincang. Sudah senja, dan kami masih berpakaian sekolah. Seragam SMA kami penuh corat coret. Tanda tangan disana sini. Ya, kami baru saja merayakan kelulusan.
Kami pulang sambil menikmati senja. Tak ada yang berbicara diantara kami. Aku maupun Shinta sama-sama diam. Bukan karena senja yang indah, hanya saja kami terlalu cemas. Cemas dengan jarak yang akan memisahkan kami. Aku mempererat genggamanku, karena setelah besok lusa aku takkan bisa lagi menggenggam tangannya. Kita akan dipisahkan jarak Padang – Jakarta. Shinta harus melanjutkan kuliahnya disana, sementara aku tetap disini.
“Sayang…” tiba-tiba Shinta membuka pembicaraan. “Boleh aku minta sesuatu?”
“Apa?”
“Kamu jagain senja ini buat aku ya? Sampai aku pulang”
Aku menggeleng.
“Kenapa?”
“Tidak. Tapi aku akan membawanya ke Jakarta untukmu. Aku janji” Kataku pada Shinta.
Dia tersenyum lebar. Senyum yang akan selalu aku ingat sampai kita bertemu lagi.
***
Aku sekarang di Jakarta, seperti janjiku padanya untuk membawakannya senja yang dulu. Sekarang aku menepatinya. Tadi seharian kami baru saja menghabiskan waktu berdua bermain di wahana-wahana Ancol. Bermain. Tertawa lepas. Kami benar-benar menikmatinya. Kerinduan selama 4 tahun rasanya terobati. Tapi…
Tapi sekarang aku sadar. Di hadapan senja yang sama, aku mengetahui bahwa jarak bisa merubah perasaan. Kami sama-sama menyadari bahwa perasaan di dalam hati tidak seperti dulu. Kami kehilangan cinta. Dan sepertinya dalam tahun-tahun kami terpisah cinta tercecer entah dimana. Dan ternyata kali ini Rama dan Shinta harus berpisah.
PS: Cerita ini terinpirasi dari ceritanya om @popokman ditwitter. Terima Kasih
Ini nih, kerennya emen.
Ceritanya bisa membuat cinta menjadi mudah untuk dinalar :D
nah makanya gue nggak suka FTV dan sinetron. Cinta suka dibikin ribet :)
bahasa yang bagus, dari cerita yang begitu sederhana
harus dibuat sambungannya nih :)
fajarokto recently posted..Bercermin dan menulislah
asik, akhirnya Bang Fajar mampir. Salam kenal Bang :)
Sedang dipikirkan sambungannya Bang :)
keren bg! bahasanya juga bagus :D pertanyaan sederhana dari aku nih. apa cinta memang kayak gitu? karna waktu, dia memudar, trus ilang?
hmm.. bisa jadi Tika. Karena orang bisa jatuh cinta karena sering ketemu. Jadi bukannya tak mungkin kalau hilang ketika jarang bertemu. Mungkin :)
hahaha, ini cerpen apa curhat, men?? Curiga… Gak selamanya jarak mengurasi rasa, malah terkadang jarak menambah rasa. Hahay… Hidup masa lalu!! :))
aaaaak… kakak kayak nggak ngalamin aja :p
asik… mengalir dengan kata2 yg ringan
sederhana tp menghanyutkan :D
asik! makasih Bang Depz, salam kenal dari Padang :)
wah, maap. Aku pemuja masa lalu. *konsisten* hahaha
walah.. sadar kak. Move move move… ntar ketinggalan kereta masa depan.. hahaha
intensitas ketemu dan globalisasi terhadap diri sendiri itu berarti sgt penting ya. thx ya bg. i learn something nih :)
atika recently posted..Emoo dan Burung Kecil
simpel, bernalar dan sesuai dengan realita. kadang waktu memang membuat semuanya pudar..
pisau yang tajam, tanpa diasah dalam waktu yang lama pasti akan tumpul..
dinding cerah akan usang dalam waktu.. ya waktu yang merubah segalanya.. :)
nice and easy to understand the story and I’m going through now as well. keep working.
sad ending.. kirain mereka bakalan bersama lagi.. :)
fanz recently posted..Hari Hari Itu
mas, blognya keren mas :D maaf OOT haha.
tapi emang keren sih
Blog Renaldi recently posted..Keajaiban Madu Propolis Menggempur Penyakit
aduh jangan memuji. besar kepala nih saya nya :) Makasih yak :D
Kenapa? Kenapa begitu? Kenapa senja yang sama dengan orang yang sama rasanya bisa berbeda?
Falzart Plain recently posted..Experimental: Si Rambut Hijau
semua berubah semenjak negara api menyerang :D
inspirasi dari kisah pribadi gan? hehe nice post. saya senang cerita yang beginian…
bukan Gan, yang punya kisah itu orangnya saya tulis dibawah :)
Saya lebih suka baca cerpen ini daripada nonton FTV :D
anny recently posted..Malam Amal di Ponpes Daarul Uluum Bogor
asik. tunggu cerita berikutnya ya Mbak :)
wiihhhhhhhhh,,,
bingung mw koment apa…
“speechless gw….
^^
MAMPIR ke blog qu yah….
(promo amat ya gw??? heheheheee)
aku nggak bisa komen dong disana. opsi name dan url nya nggak ada
Yang kualami mungkin seirama dengan judulnya, cuma dengan cerita berbeda. Jadi pengen muter lagu-lagu lama… :)
Reyzha recently posted..Cara Membuat Readmore Otomatis Di WordPress
boleh di share sekalian mas lagu2nya :D
saya dulu pernah LDR, dan skrg partner LDR sudah menjadi partner hidupku, hehehe :)
kunjungan balasan, tulisannya bagus :D
mie recently posted..Social Media Sahabat Pengusaha
wah berarti LDR nya sukses dan cintanya kuat ya Mbak :D
Toples,Cintadan Senja… :mrgreen:
Gandi recently posted..Bahaya Plagiat
saya suka pemilihan kata/bahasanya sob, mungkin bisa dibuat versi terusanya sob :)
Yos Beda recently posted..ASUS EeePC 1025C, Ketika Sebuah Netbook Sepraktis Ponsel
iya Bang, ini sedang dipikirkan cerita selanjutnya :D
duh sedih
pdahal biasanya aku suka senja
tidak semua cerita berakhir bahagia. beberapa memang berurai air mata :)
bagus, bahasa yang keren dari cerita yang sederhana
suka banget aku :)
fajarokto recently posted..membingkai hidup dengan blog
wah makasih Bang :)
andai…andai Rama menahan senja itu, agar tak berakhir temaram.
—
alamat blog penuliscemen, tulisannya gak cemen :thumbup:
hihi… makasih :D
Salam Sahabat,
Hasil tulisannya tidak sesuai dengan namanya. Tulisannya bagus begini kenapa dinamakan penulis cemen ya?
kalau soal nama, panjang ceritanya Mas :)
Salam kenal, blogger senior… *salim*
aaaaak… akoh masih mudah *salim balik*
mantab nih cerpen.. cinta memang akan hilang kalo tidak dipupuk. ada yang mengatakan cuma sampai setahun bertahannya. apa lagi kalau sudah empat tahun. tapi cinta bisa bersemi kembali kalau dikasih pupuk yang bagus.
bang emen, makin lama aku baca makin keren nih cerita nya ^_^
jangan sering2 dibaca, nanti ikutan galau :D
curhat ya sobat , mantap tulisannya
pengisah recently posted..Opini Pejabat Negara
bukan bukan, ini fiksi kok :D